Terbang dari Bali ke Lombok, dan Anda melintasi salah satu batas satwa paling tajam di Bumi — hanya dalam jarak 35 km air laut. Di sisi barat selat, hutan dihuni mamalia dan burung khas Asia. Di sisi timur, di Lombok dan seterusnya, kelompok spesies yang sama sekali berbeda mengambil alih. Garis ini punya nama, penemu, dan alasan yang sangat spesifik mengapa ia melintas tepat di sana — persis di sebelah Kepulauan Gili.
Apa sebenarnya Garis Wallace itu
Pada tahun 1850-an, naturalis Inggris Alfred Russel Wallace — yang bekerja di wilayah ini satu dekade sebelum Darwin menerbitkan On the Origin of Species — menyadari sesuatu yang aneh saat mencatat satwa di seluruh kepulauan Indonesia. Pulau-pulau yang terlihat serupa dan berdekatan bisa memiliki hewan yang sama sekali berbeda. Bali punya harimau, macan tutul, dan monyet khas Asia daratan. Lombok, yang hanya berjarak sehari pelayaran, tidak punya satu pun dari itu — tapi punya kakatua, burung pemakan madu, dan spesies yang mendekati marsupialia, milik dunia biogeografi yang sama sekali berbeda, yang membentang hingga Papua dan Australia.
Wallace melacak batas ini sampai ke satu selat: Selat Lombok. Batas ini masih disebut Garis Wallace hingga hari ini, dan menjadi salah satu batas biogeografi paling tajam di dunia. Habiskan beberapa malam di Gili Air dan Anda mungkin akan mendengarnya lebih dulu sebelum memahaminya — kakatua jambul kuning yang berkicau di pepohonan adalah suara khas Australasia yang sama sekali tidak ada di Bali, hanya sejauh seberang laut.
Mengapa garis ini berada tepat di sini
Alasannya bukan iklim atau jarak — melainkan kedalaman. Selama zaman es, permukaan laut turun cukup rendah hingga menyatukan Bali, Jawa, Sumatra, dan Asia daratan menjadi satu daratan (Paparan Sunda), memungkinkan hewan darat berjalan melintasi apa yang kini menjadi pulau-pulau terpisah. Selat Lombok tidak pernah menyatu dengan daratan itu, karena selat ini benar-benar dalam — cukup dalam untuk tetap menjadi laut terbuka bahkan saat permukaan laut paling rendah di zaman es. Tidak ada yang bisa melintasinya dengan berjalan. Hanya spesies yang bisa terbang, berenang, atau terapung di atas puing-puing yang berhasil menyeberang dari satu sisi ke sisi lain — itulah sebabnya mengapa satwa Lombok begitu berbeda dari Bali meski jaraknya singkat.
Apakah garis ini juga berlaku di bawah air?
Inilah nuansa yang jujur: tidak secara sejelas itu. Larva ikan, karang, dan invertebrata tersebar mengikuti arus laut sejauh yang tidak mungkin dilintasi hewan darat mana pun, dan Gili berada tepat di dalam Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle), wilayah keanekaragaman hayati laut yang tidak mengikuti batas Wallace seketat burung dan mamalia di atas permukaan air. Anda tidak akan menemukan pemisahan spesies yang tajam di terumbu seperti yang Wallace temukan di hutan.
Yang justru dijelaskan oleh selat dalam yang sama ini adalah penyelamannya sendiri. Selat Lombok adalah salah satu jalur keluar tersempit dan tercepat bagi Arus Lintas Indonesia (Arlindo / Indonesian Throughflow, ITF) — perpindahan besar massa air dari Pasifik ke Samudra Hindia yang melintasi kepulauan Indonesia (kami menulis artikel khusus tentang bagaimana arus ini bekerja dan apa artinya di dalam air). Kedalaman dan bentuk selat yang sama yang memisahkan satwa-satwa Wallace inilah yang memampatkan volume air bergerak yang sangat besar melalui celah sempit — alasan sebenarnya mengapa arus di titik selam seperti Shark Point bisa berubah dari dorongan santai menjadi benar-benar kuat saat bulan baru atau bulan purnama.
Apa artinya ini untuk penyelaman Anda
Tidak ada yang berubah dalam cara memesan atau merencanakan penyelaman di sini — pemandu kami sudah membaca pasang surut dan fase bulan sebelum setiap trip, sama seperti biasanya terlepas dari satwa apa yang lewat. Tapi ini konteks yang menyenangkan untuk diingat di atas perahu: selat sempit dan dalam yang sama yang menyebabkan arus mendorong Anda di sepanjang terumbu adalah alasan mengapa kicau burung di Gili Air sama sekali tidak terdengar seperti di Bali, hanya 35 km jauhnya.
Ingin tahu apa lagi yang membentuk kondisi di sini sepanjang tahun? Panduan bulan per bulan untuk menyelam di Gili Air kami membahas sisi musiman; panduan situs menyelam terbaik membahas di mana memanfaatkannya.